Wednesday, February 6, 2013

Rafi Abdurrahman Ridwan: Deaf, Designer, Dream



"Kebanyakan dari kita takut untuk bermimpi.
Kita dibatasi oleh logika, kerumitan, dan ketakutan diri sendiri.
Namun, Rafi hanyalah seorang anak yang percaya pada mimpi-mimpinya.
Perlahan tapi pasti, mimpi-mimpinya akan menjadi kenyataan."
- Mohammad Ridwan

Rafi Abdurrahman Ridwan mengelar fashion show pertamanya dengan tema “Echoes of Heritage” di pagelaran Jakarta Fashion Week 2011 saat usia 9 tahun. Sebelumnya, pada Juli 2011, dia berkolaborasi dengan Barli Asmara, di Canteen, Plaza Indonesia. Pada acara tersebut, tujuh desain Rafi ditampilkan di atas catwalk, termasuk semua kain yang digunakan oleh para model. Setelah acara di Plaza Indonesia selesai, Rafi bertemu dengan Lia Candrasari, pendiri Yayasan LC, dan menyarankan untuk bertemu dengan desainer tekstil, Nonita Respati dari Purana Batik, dan aksesoris desainer, Ariani Pradjasaputra, pendiri label Aarti. Ketiganya memutuskan untuk berkolaborasi dan mendirikan label “Purana-Aarti-Rafi”, atau yang disebut dengan PAR.
sumber: thejakartaglobe.com
Lahir pada Juli 2002, Rafi kecil terlahir tidak dapat mendengar (tuna rungu) dan juga menderita infeksi saluran pernapasan. Setengah hidupnya dia jalani dengan keluar-masuk rumah sakit. Ibu Rafi, Shinta Ayu Handayani, didiagnosa terkena virus rubella pada trimester pertama kehamilannya. Dokter mengatakan bahwa anaknya bisa lahir dengan masalah kesehatan dan cacat. Shinta dan suaminya, Mohammad Ridwan, memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya. Orangtua Rafi percaya bahwa mereka tidak memiliki hak untuk memilih hidup atau matinya seorang anak. Dan mereka percaya, bahwa anak  adalah sebuah berkat yang diberikan oleh Tuhan.
Rafi: "Ibu, suara itu seperti apa?"

Shinta: “Suara itu terdiri dari banyak warna, seperti kuning, merah muda, biru, dan lainnya.
Sejak usia 2 tahun, Rafi dimasukkan ke sekolah khusus Tuna Rungu oleh kedua orangtuanya. Pada usia 5 tahun, Rafi menyaksikan fashion show pertamanya, yang digelar oleh Auguste Soesastro. Acara tersebut menginspirasinya untuk menjadi seorang perancang busana. Rafi pun mulai terobsesi dengan fashion. Dia mulai membaca majalah fashion dan menonton TV mode. Dia juga mengajak orangtuanya ke Jakarta Food and Fashion Festival. Sejak saat itu juga, Rafi mulai menggambar dengan tekun. Serta mewarnai gambar-gambarnya dengan warnah cerah.
Label 'PAR' di JFW 2011 | sumber: asianfashionlaw.com
Mimpi Rafi untuk untuk menggelar fashion show pertamanya saat ulang tahun ke-9, mulai mendapat titik terang saat dia bertemu Barli Asmara. Rafi menunjukkan beberapa sketsanya kepada Barli. Barli mengakui bahwa Rafi memiliki potensi seni yang besar dan mengundang Rafi ke studionya. Rafi terpesona pada karya-karya Barli. Dia baru menyadari bahwa semua pakaian pertama kali diciptakan dari sketsa. Barli pun membantu Rafi untuk mempersiapakan fashion show perdananya.
Saat ini Rafi Abdurrahman Ridwan masih melanjutkan studinya di sekolah Tuna Rungu. Dia memiliki 3 impian besar, yaitu menggelar fashion show di kota mode, seperti Milan, Paris, dan Tokyo, bertemu idolanya, Tyra Banks, dan bisa mendengar.

3 comments:

  1. Semoga apa yg kamu cita2kan kelak. semuanya akan menjadi kenyataan.

    ReplyDelete
  2. Di balik kekurangan, berjuta kelebihan

    ReplyDelete

Silakan Tinggalkan Jejak Anda Di sini... Terima kasih =)