Thursday, December 27, 2012

The Guardian of TelkomCity


Prolog
Planet Gagarin, terletak 157 juta kilometer cahaya dari Bumi, sangat gersang dan banyak alat-alat teknologi mereka rusak akibat kekurangan energi. Suhunya yang panas dan lembap, membuat penghuni Planet Gagarin, Alien Gagarin jarang keluar dari tempat persembunyiannya. Alien Gagarin sering mengunjungi planet lain untuk menyerang, mencuri, dan menguasai kekayaan sumber daya energi yang ada di planet tersebut. Kadang berhasil, kadang pulang tak bernyawa. Karena Planet Gagarin sangat miskin dari segala sumber daya, membuat para Alien Gagarin Muda harus siap sedia untuk menginvasi planet lain. Sasaran Alien Gagarin kali ini yaitu, Bumi. Tepatnya TelkomCity. Para Alien Gagarin pun mempersiapkan keberangkatan mereka menuju TelkomCity malam itu.

Bab I: TelkomCity
Siang itu cuaca sangat cerah di TelkomCity. Tidak panas dan tidak mendung. Lalu lintas pun berjalan dengan tertib dan harmonis. TelkomCity merupakan satu-satunya kota di Bumi yang memiliki kekayaan sumber daya energi paling tinggi. Hal ini karena Walikota TelkomCity berhasil dalam mengelola sumber daya kotanya tersebut dan memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sehingga masyarakat TelkomCity hidup sejahtera dan berkecukupan. Beberapa ilmuwan pun mengembangkan teknologi-teknologi canggih untuk kotanya dan di apresiasi baik oleh walikotanya. Membuat TelkomCity mengalami kemajuan teknologi yang sangat pesat. Namun, kedamaian TelkomCity sering terusik dengan beberapa orang jahat, yang tamak dan ingin selalu berlebih untuk mendapatkan kekayaan yang ada di TelkomCity, membuat walikota TelkomCity mempercayakan Superspeedy untuk menjaga keamanan di kota ini. Dan hari itu juga, 5 pesawat Alien Gagarin sudah mendekat ke Bumi dan akan segera sampai di TelkomCity.

Bab II: Superspeedy
Speed awalnya hanya seorang mahasiswa biasa, usianya baru 23 tahun. Kegiatan seharinya-harinya, hanya kuliah dari pagi hingga siang hari, sorenya kerja part-time di sebuah wartel milik Telkom Indonesia, dan malamnya mengerjakan tugas kuliah. Kehidupannya berubah 180 derajat, ketika ia, dalam perjalanannya menuju kampus, menemukan sebuah disk tergeletak di jalan. Ia pun mengambilnya, dan tiba-tiba disk itu mengeluarkan sinar yang membuat mata Speed silau. Tanpa ia sadari, disk itu hilang alih-alih telah menyatu ke dalam tubuhnya. Speed pun kebingungan dengan kejadian tersebut. Esoknya, Speed merasakan tubuhnya dapat bergerak cepat, lincah, dan kuat. Serta mampu melihat gerakan apa pun dengan jelas. Dengan kekuatan yang ia miliki, speed memutuskan untuk menolong orang-orang dari segala tindak kejahatan dan langsung berlari menuju kampusnya ketika selesai menolong orang. Dengan kekuatannya yang bernama Flash, ia mampu bergerak secepat cahaya. Karena keberhasilan Speed dalam menumpas kejahatan di TelkomCity, ia pun mendapatkan penghargaan dan gelar Superspeedy dari walikota. Saat sedang di kelas, jam kuliah desaing grafis, Speed mendapat telepon dari 147… panggilan dari walikota! “Gawat Speed, kota sedang dalam bahaya. Cepat datang ke sini. Kami membutuhkanmu.” Speed pun menutup HP Telkom Flexi nya dan hilang dalam sekejab dari kelasnya, tanpa ada yang sadar, Speed berlari menuju TelkomCity.

Bab III: Alien Gagarin
Tepat pukul 2 siang, langit di sekitar TelkomCity mulai menghitam. Bukan karena cuaca sedang mendung atau akan turun hujan, tapi sebuah pesawat asing turun dari langit dan berhenti di atas gedung-gedung perkantoran di TelkomCity. Tidak hanya 1, tapi ada 5 pesawat asing dalam sekejap sudah menutupi awan di TelkomCity. Pesawat itu berbentuk piring lebar, pintu-pintunya terbuka. Alien-Alien dengan bentuk aneh dan menyeramkan terjun langsung dari langit dan sukses mendarat ke jalan utama TelkomCity. Tanpa aba-aba, mereka langsung menyerang masyarakat yang sedang berada di sana. Mereka juga menyerang dan menghancurkan gedung-gedung bertingakt di kota itu. Namun, ada yang aneh di sana. Di tengah kekacauan di kota itu, beberapa Alien mengendap-ngedap menuju gedung Plaza Telkom dan Grapari Telkomsel. “Jadi mereka mengincar persediaan energi kami,” seru walikota yang tengah mengamati seluruh kekacauan yang tengah terjadi di kotanya melalui SpeedyMonitoring. “Menurut laporan Costumer Care Telkom, mereka adalah Alien dari Planet Gagarin. Dan mereka sering datang ke planet-planet lain untuk mencuri sumber daya energinya,” ucap ajudan sang walikota. “Panggil semua kepolisian di TelkomCity untuk siaga 1 perang melawan Alien ini. Ungsikan semua masyarakat sipil. Persiapkan juga polisi-polisi terbaik untuk membantu Superspeedy yang sebentar lagi akan tiba di sini,” perintah walikota.

Bab IV: Superspeedy VS Alien Gagarin
Bunyi gemuruh ledakan dan suara bising senjata api terdengar dari pusat TelkomCity. Polisi-polisi kota ini sedang berjuang keras memukul mundur Alien-Alien dari Planet Gagarin. Di luar dugaan, mereka sangat kuat dan sulit sekali ditumbangkan. “Melon Indonesia,” seru Superspeedy. Dari tempatnya berdiri, ia mengeluarkan jurusnya berupa bola cahaya yang sangat besar, membuat 3 Alien Gagarin tumbang sekaligus. “Superspeedy… terima kasih sudah menolong kami,” ucap polisi di situ. “Tenang saja, ini memang sudah tugasku. Tolong mundur dan cukup back up aku saja, karena bahaya bila kalian terkena kekuatanku,” jawab Superspeedy. Polisi-polisi itu pun mundur dan membantunya dari belakang. Dengan kecepatan kilatnya, Superspeedy menghajar langsung Alien-Alien itu. Mereka tidak dapat menangkis bahkan mengikuti gerakannya, karena terlalu cepat. Jurus ini dinamakan Super Speedy, yang sama dengan namanya, karena kecepatannya yang tidak dapat ditangkap oleh mata biasa, membuat Alien-Alien itu sangat kewalahan. Karena beberapa Alien Gargarin sudah menyebar di seluruh wilayah TelkomCity, Superspeedy menggunakan jurusnya yang bernama Indonesia Wifi, yang memperluas jangkauan gerakan Superspeedy. Seperti teknik teleportasi. Dengan jurus Indonesia Wifi, Superspeedy dapat dengan mudah menemukan bahkan menghancurkan Alien Gargarin yang letaknya sangat jauh dari tempatnya berada.

Dua jam pun berlalu. Perang antara Superspeedy dan Kepolisian TelkomCity melawan Alien Gagarin hampir mencapai puncaknya. Kedua pihak sudah menerima beberapa kerugian yang sangat besar, beberapa personelnya satu per satu tumbang. Dan Super Speedy, juga mulai kelelahan. “Kekuatanku mulai menipis… aku harus mengakhirinya segera,” seru Superspeedy dalam hati. “Baiklah… inilah jurus terakhirku…” Sambil mengeluarkan sebuah disk yang mirip dengan disk yang memberikan kekuatannya dahulu. Alat itu bernama Telkom Speedy. Superspeedy melompat tinggi ke atas langit dan berteriak, “High Speed Internet Acces!” Beberapa cahaya kilat keluar dari tubuh Superspeedy dan langsung mengincar Alien Gagarin di mana pun mereka berada. Boom boom boom, terdengar beberapa ledakan dari dalam kota. Hampir semua Alien Gagarin tumbang dan musnah dalam sekejap. “Ini belum selesai Alien Gagarin, terimalah kekuatan terakhirku, kekuatan dari para masyarakat TelkomCity yang menginginkan kedamaian, The World in Your Hand!” ucap Superspeedy dengan semangat. Sebuah cahaya terang dari segala penjuru bumi melesat, menuju pusat TelkomCity. Cahaya-cahaya itu berkumpul di tangan Superspeedy. “Terima kasih bumi… energi yang terkumpul di tanganku ini adalah bantuan dari kalian semua, penghuni bumi. Aku tidak akan mengecewakan kalian,” Superspeedy menghempaskan bola tersebut menuju pesawat Alien Gargarin yang masih bertengger di atas kota. Dduuarrrduuarrr… terdengar bunyi ledakan sebanyak lima kali. Menandakan pesawat terakhir Alien Gargarin telah lenyap dari muka bumi, khususnya TelkomCity.

Epilog
Seminggu sudah peristiwa Alien Planet Gagarin membuat kacau TelkomCity berlalu. Aktivitas di kota itu sudah mulai berjalan normal. Karena masyarakat dan pemerintahnya bahu membahu memperbaiki kota kesayangan mereka ini. “Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menjaga kedamaian di kota ini. Khususnya atas bantuan besar Superspeedy melindungi kota kita semua. Semoga kota kita selalu aman, nyaman, dan tentram,” salam dari Walikota TelkomCity menutup pidatonya yang disiarkan langsung oleh Usee TV.


== THE END ==

Tulisan ini saya sertakan dalam kontes Blog:   
Be A Superspeedy, The World in Your Hand

10 comments:

  1. Replies
    1. Yeah! Superspeedy, The World in Your Hand :)

      Delete
  2. Mantap mas
    kunjungi juga punyaku di http://nammokotto.blogspot.com/2012/12/SuperSpeedy-Gatot-Kaca.html

    ReplyDelete
  3. wow keren ceritanya berseri, mampir ke blog aku ya http://jandagalau.blogdetik.com/2012/12/31/merebut-lima-energi/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih yah :D Segera meluncur ke TKP nih.

      Delete
  4. sangat menarik ceritanya. jangan lupa mampir ke blog ku yagan ? & mhon commentx juga. trims

    http://achmadray.blogspot.com/2012/12/kisah-tentang-super-speedy-dan.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas komentarnya ^^ Sep... segera meluncur ke TKP nih ane.

      Delete
  5. wah,, keren keren,,,, semoga kita berdua menang ya, hahah

    liat fiksi ane juga yok..
    http://iniblogane.blogspot.com/2012/12/telkominium.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin2... hehehe :D
      Sep gan... langsung ke TKP nih :)

      Delete

Silakan Tinggalkan Jejak Anda Di sini... Terima kasih =)