Sunday, February 24, 2013

Masyarakat dan Upaya Menjawab Perubahan Iklim


Gejala anomali cuaca mulai kita rasakan saat ini. Dimulai dari suhu panas yang meningkat, curah hujan yang tinggi, serta iklim menjadi ekstrem dan sulit diduga. Memang, dunia kini sedang menghadapi fenomena pemanasan global (global warming) yang berakibat pada perubahan iklim (climate change). Dampak perubahan iklim juga sudah mulai dirasakan tidak hanya di Indonesia saja, tetapi oleh semua negara di dunia. Banjir, kekeringan, rusaknya ekosistem, gagal panen, dan wabah penyakit merupakan beberapa dampak akibat perubahan iklim.

Hasil kajian Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memastikan bahwa perubahan iklim global terjadi karena atmosfer bumi dipenuhi oleh Gas Rumah Kaca (GRK). Apa itu GRK? GRK adalah gas yang dihasilkan dari rumah dengan dinding dan atap dari kaca, atau yang biasa disebut Efek Rumah Kaca (ERK). ERK adalah istilah untuk menggambarkan panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi. Seperti Rumah Kaca yang digunakan petani di negara beriklim dingin untuk menghangatkan tanamannya. Gas yang dihasilkan oleh GRK adalah:
  • CO2 (karbon dioksida)            : Pembakaran bahan bakar fosil
  • CH4 (metana)                       : Pembusukan sampah
  • N2O (dinitrogen monoksida)   : Proses industri
  • SF6 (sulfur Heksafluorida)      : Transmisi Listrik
  • CFC (klorofluorokarbon)        : Freon pendingin
Berdasarkan data Carbon Dioxide Information Analysis Center (CDIAC), Indonesia merupakan negara peringkat ke-3 sebagai penghasil CO2 terbesar di dunia, sebanyak 333.483 gigaton. CO2 yang dihasilkan berasal dari 36% kerusakan hutan, 36% pengunaan BBM, 16% limbah, 8% pertanian, dan 4% proses industri (Data Kementerian Lingkungan Hidup [KLH] 2003-2008). CO2 dan CH4 dihasilkan oleh manusia. Artinya, aktivitas manusia turut berperan penting terhadap perubahan iklim saat ini.

Perubahan iklim yang tidak menentu disebabkan oleh pemanasan global. Dan pemanasan global adalah urusan kita semua. Dengan mengubah gaya hidup sehari-hari dan melawan dorongan hidup bernyaman-nyaman sebagai manusia modern, kita dapat berperan banyak untuk menjaga bumi ini. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk memperlambat laju pemanasan global? Berikut ini adalah gambar ilustrasi yang mewakili tindakan nyata yang bisa saya dan Anda lakukan untuk menjawab perubahan iklim:

Mau tahu apa maksud dari gambar di atas? Ayo baca tindakan nyata berikut ini.
 
1. Menghemat Bahan Bakar
Cobahlah jalan kaki bila untuk jarak dekat, naik kendaraan umum atau bersepeda, dan nebeng teman kantor yang searah, atau berkerja dari rumah. Untuk yang ingin tetap naik kendaraan pribadi, cobalah teknik berkendara eco-driving yang dapat mengurangi jejak karbon yang kita lepaskan. Dengan menghemat bahan bakar, kita dapat mengurangi emisi karbon yang langsung dikeluarkan dari pembakaran kendaraan.

2. Hemat Listrik
Energy Analysis and Policy Office (EAPO) mencatat Indonesia menyumbang 26% emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan listrik. Sementara 27% pembangkit listrik menghasilkan banyak CO2. Jadi ada baiknya mengurangi dampak pemanasan global bisa dimulai dari rumah kita sendiri. Dengan cara menggunakan alat listrik seperlunya dan secara bergantian, lalu matikan bila sudah tidak digunakan. Pilihlah peralatan listrik dengan daya listrik yang kecil.

3. Beralih ke Produk Lokal
Dengan hanya satu juta orang membeli produk dalam negeri, kita dapat mencegah 625.000 ton CO2 ke atmosfer. Selain itu, produk lokal juga mendukung bergeraknya ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pilih juga produk pangan organik yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida dalam penanamannya. Kurangi juga konsumsi daging yang berlebih, karena industri peternakan dunia adalah penyumbang GRK terbesar setelah emisi kendaraan bermotor, yaitu 18% (Food and Agriculture Organization [FAO], Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB] tahun 2006).

4. Reduce, Reuse, Recycle Sampah
Sebagain besar aktivitas manusia ujung-ujungnya menghasilkan sampah. Bank Dunia mencatat produksi sampah perkotaan mencapai 10 juta ton per tahun dan meningkat sebesar 24% tiap tahunnya. Sumbangan CO2 dan CH4 dari sampah berpotensi 21 kali lebih besar untuk terjadinya pemanasan global. Dengan pengelolaan sampah yang tepat akan berperan besar dalam penanganan pemanasan global. Pengolahan sampah dalam bentuk 3R (mengurangi, gunakan kembali, daur ulang). Langkah untuk 3R dapat dimulai dengan memisahkan sampah rumah tangga menjadi sampah basah dan sampah kering. Namun, betapapun kreatif kita mengelola sampah, pembatasan jumlah sampah tetap menjadi kuncinya.

5. Menghijaukan Lingkungan
Indonesia adalah negara dengan hutan terluas ke-2 di dunia. Dengan predikat tersebut, dunia mengharapkan Indonesia dapat berperan besar menjadi paru-paru bumi. Selain fungsinya untuk oksigen makhluk hidup, satu pohon dapat menyerap emisi CO2 sebesar 32 kg per tahun. Namun rusaknya hutan Indonesia akibat ulah manusia sendiri, membuat kita harus segera melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan hutan tersebut. Minimal, kembali menghijaukan bumi ini yang dapat dimulai dari ligkungan sekitar rumah kita. Tanamlah tanaman yang berdaun hijau di kebun rumah atau dapat juga menggunakan pot.

Kiranya perubahan iklim di bumi tidak hanya menjadi sekadar tema seremonial biasa, namun perlu upaya nyata dan konsisten agar kita benar-benar siap menjawab perubahan iklim ini. Dari paparan di atas, kita semua harus sedikit berkorban dan berkomitmen penuh untuk mendinginkan bumi ini. Cukup mengubah beberapa gaya hidup kita menjadi aktivitas go green. Tindakan nyata dapat dimulai dengan hal yang paling kecil. Karena biarpun kecil, tapi dilakukan dengan konsisten serta banyak yang melakukannya, maka hasilnya akan berdampak besar.

Semoga langkah-langkah ini dapat menjadi gerakan antisipasi perubahan iklim serta diaplikasikan oleh semua lapisan masyarakat. Mau ikut mendinginkan suhu panas bumi dan menahan laju global warming? Yuks kita lakukan tindakan nyata untuk bumi mulai dari sekarang :)


Sumber:
Global Survival Handbook Global
Hidup Hirau Hijau
Panduan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
http://pustaka.pu.go.id

No comments:

Post a Comment

Silakan Tinggalkan Jejak Anda Di sini... Terima kasih =)