Sunday, May 7, 2017

PERBANDINGAN JASA PENGIRIMAN: JNE, TIKI, WAHANA, POS INDONESIA

Hampir 1 tahun gw berbisnis online, gw pun mempelajari perbedaan tarif ongkos kirim dan pelayanannya terhadap barang kirimkan kita. Gw akan membandingkan 4 jasa pelayanan yang sering di-request customer di Lapak gw: Pos Indonesia, JNE, TIKI, dan Wahana.

HARGA  / TARIF - REGULER SHIPPING
Untuk tarif yang paling murah, saat ini masih dipegang oleh Wahana. Untuk Jabodetabek tarifnya hanya Rp 5.000, dan gw pernah ngirim ke Medan hanya Rp 10.000 per kilogram. Walaupun waktu pengirimannya lebih lama dari jasa pengiriman lainnya, tapi selama ini gw belum pernah sih punya masalah pengiriman dengan Wahana. Dan sering dipilih oleh customer gw untuk yang tidak buru-buru ataupun yang beli banyak (berat). Sementara Pos Indonesia, TIKI, JNE ongkirnya sama Rp 9.000 untuk Jabodetabek.
Untuk pengiriman ke daerah yang kecamatannya jauh dari pusat kota, sebaiknya gunakan JNE atau Pos Indonesia. Jangan pake TIKI. Karena gw pernah ngirim ke daerah Bawang, Banjarnegara, ongkirnya ga beda jauh sih. Tapi via TIKI ada biaya tambahan yang disebut Surcharge yang lumayan mahal. Kata petugas TIKI-nya sih itu biaya kurir yang mengantarnya ke daerah yang jauh dari pusat kota (pake motor).


HARGA  / TARIF - EXPRESS SHIPPING
Pengiriman cepat atau besok sampai, saat ini gw masih percaya menggunakan TIKI. Untuk tarifnya TIKI lebih murah daripada JNE. Perhitungan tarif cepat JNE biasanya dikali 2 dari tarif regulernya.

STATUS PENGIRIMAN
Untuk status pengiriman yang jelas dan detail, yang membuat customer tenang, gw memilih Pos Indonesia. Pos Indonesia saat ini, menurut gw, adalah jasa pengiriman yang status barangnya selalu diupdate, rinci dan jelas. Seperti keterangan saat barang diambil kurir, barang dikirim ke cabang tujuan, hingga saat barang dikirim lagi ke alamat tujuan dan menginfokan nama penerima. Kalo JNE hanya memberikan 2 keterangan saja, Manifested dan Delivered.

SERVICE
Bila menggunakan JNE atau TIKI, barang kiriman kita akan dimasukan plastic, jadi dapat terhindar dari kotoran ataupun air. Kalo di Pos Indonesia ga bakal diplastikin, resi juga ditempel di barang kita.

KELUHAN
Gw ga pernah punya masalah pengiriman dengan TIKI, Pos Indonesia, atau Wahana. Tapi kalo dengan JNE, sering :d Dari status pengiriman yang ga terupadate, telat berhari-hari, hingga petugas dan kurir JNE yang selalu beralasan. Gw pun sering menghubungi CS JNE baik via email ataupun Twitter mereka. Seperti masalah gw dengan JNE berikut ini.

BRAND
Hingga hari ini customer gw paling banyak merequest untuk jasa pengiriman JNE. Ga bisa dipungkiri, walaupun JNE banyak bermasalah dengan pelanggannya, tapi jasa ini tetap dipilih dan dipercaya. Berdasarkan pengalaman gw, kalo barang telat, pasti customer yang dituduh dan dipersalahkan. Bukan jasa pengirimannya, hehehe.

Dengan pesatnya perkembangan dunia bisnis online, mulai banyak bermunculan jasa-jasa pengiriman baru. Sebaiknya jasa pengiriman besar yang sudah lama harus mulai memperbaiki layanan mereka bila ingin bersaing dengan jasa pengiriman baru, yang hadir dengan inovasi berbeda.
»»  Selengkapnya...

Friday, April 21, 2017

PENGALAMAN PSIKOTEST DI PT WAHANA MAKMUR SEJATI (WAHANAARTHA GROUP)

Gw apply di PT Wahana Makmur Sejati (Wahanaartha Group) untuk posisi Marketing Communication Officer melalui Jobstreet.com, tanggal 6 April 2017. Rabu, 12 April 2017 gw dapat pesan WhatsApp dari nomor 08889114890, nomornya HRD Wahana Artha, yang mengundang gw untuk ikut psikotest hari Kamis, 13 April 2017 jam 8 pagi. Anehnya, undangan tersebut untuk posisi PR, padahal gw apply nya untuk Marcom. Gw ga mau menyiayiakan kesempatan ini. Jadinya, gw OKE-in untuk hadir tes besok.

Gedung Wahana Artha beralamat di Jl. Gunung Sahari Raya No. 32 Jakarta Pusat. Untuk menuju ke Gedung Wahana Artha, gw dari Depok naik kereta di Stasiun Pondok Cina. Gw naik kereta balik dari Depok yang jam 6.03, lumayan keretanya ga terlalu padat. Turun di Stasiun Sawah Besar gw naik Go-Jek, sekitar 3 kilometer, turun langsung di depan gedungnya. Karena gw kepagian, jadinyan gw nongkrong dulu di Indomart sebelah Gedung Wahana Artha.

Jam 7.40 gw masuk ke Gedung Wahana Artha. Gedungnya 8 lantai plus basement untuk parkiran. Lantai 1 untuk showroom motor Honda dan bengkel. Ada liftnya juga. Tapi untuk ke lantai 2, pengunjung wajib naik tangga darurat. Lantai 2 itu tempat pengambilan berkas-berkas. Para pelamar nunggu di situ. Baru 3 orang termasuk gw. Tepat jam 8, kami disuruh naik ke lantai 3, pake tangga darurat lagi. Dan masuk ke ruangan tempat psikotest. Gedung Wahana Artha cukup bagus, bersih, rapi, dan lengkap. Ada ruangan menyusui, ruangan rapat kecil dan besar, mushola, serta tempat makan. Sambil menunggu pelamar yang lain, pelamar mengisi biodata 4 lembar kertas folio full. Dan saat mengisi kami diputarkan tayangan company profil Wahana Artha Grup. Daftar pelamar sekitar 18 orang untuk hari itu. Gw cukup bangga, karena dari keterangan di Jobstreet, pelamarnya mencapai 700 orang. Dan gw berhasil lolos tahap screening mereka.

Bisa dibilang, ini psikotest terlama gw setelah psikotestmasuk KPK. Gw mulai jam 8, keluar setengah 1 siang! Tesnya banyak, dan lumayan bikin capek plus pegel tangan, hehehe. Ini tahapan psikotest di Wahana Artha:
- Isi form biodata 4 lembar kertas folio full (beberapa pelamar ada yang sudah isi via soft file-nya).
- Nonton company profile
- 10 soal esai, seperti “Kenapa janji harus ditepati?”, “Bila di bioskop ada kebarakan?”, “Bila tersesat di hutan?”.
- Edwars Personal Preference Schedule, yang 225 soal jawabannya “a” atau “b”, (ini tes yang paling males, bikin capek, waktunya lama, dan soal plus jawaban muter2 di situ aja ^^).
- Intelligence Struktur Test Amthauer (jenis tes dan soalnya banyak. Untuk lebih lanjut bisa cek di https://karinaza.wordpress.com/2015/06/19/tes-intelegensi-ist-2/)
- Wartegg Test
- Gambar Orang dan Pohon
- Kreplin

Selesai. Pelamar pun dipersilakan pulang. Kira-kira ada 10 orang yang ikut tes saat itu, banyak yang telat juga, hahaha. Response untuk hasil tes kami cukup lama, 2 minggu. Singkat aja, Wahana Artha adalah perusahaan dealer resmi sepeda motor Honda khusus untuk daerah Jakarta dan Tangerang. Dengan berkembangnya bisnis Wahana Artha, mereka menyediakan layanan penjualan kredit melalui anak perusahaan WOM Finance. Serta pelayanan purna jual. Tahun ini Wahana Artha mulai mengembangkan bisnis baru, seperti hotel, restoran, dan juga CSR. Ga heran, perusahaan sebesar ini pasti masuknya susah yah :D


=END=
»»  Selengkapnya...

Wednesday, March 29, 2017

PELAYANAN & PENGIRIMAN JNE SANGAT MENGECEWAKAN

Saya sudah sering menggunakan jasa pengiriman PT. TIKI Jalur Nugraha Ekakurir atau yang biasa disebut JNE Express. Produk yang biasa dipake adalah REG untuk jasa biasa, dan YES untuk jasa express (sehari sampai). Sebenarnya sudah beberapa kali sih dikecewakan oleh pelayanan dan pengiriman JNE, tapi karena respons CS mereka yang membantu, jadi masih bisa dimaafkan. Tapi tidak untuk kasus saya kali ini.

Hari Kamis, 16 Maret 2017 pukul 13:32 saya mengirimkan barang ke pembeli melalui JNE cabang Mekarsari-Cimanggis, Depok ke Kecamatan Leuwisadeng, Cibinong, Kabupaten Bogor. Layanan REG15 dengan nomor bukti/resi DPKBU04580362817. Sabtu, 18 Maret, pembeli/penerima mulai menghubungi saya, komplain karena barang yang dikirim belum sampai juga. Memang aneh, biasanya untuk pengiriman di wilayah yang sama, Jabodetabek, esoknya barang sudah sampai, tanpa menggunakan layanan YES. Dicek melalui website http://www.jne.co.id/id/tracking/trace, keterangannya selalu “on process”.

Hingga Senin, 20 Maret, keterangan pengiriman saya belum jelas. Penerima juga sudah bolak-balik ke cabang JNE Bogor untuk mengecek, tapi hasilnya nihil. Saya pun mendatangai JNE cabang Mekarsari-Cimanggis, Depok tempat saya mengirim barang sambil membawa e-connote untuk minta dicekkan status pengiriman barang saya. Melalui petugas yang bertugas saat itu, bernama Intan Fajar, ia mengatakan bahwa “sudah proses pengantaran oleh petugas kami ke alamat tujuan”. Dan saya baru tahu esoknya ternyata ini kalimat standar yang biasa digunakan oleh pihak JNE.

Selasa, 21 Maret, barang juga belum diterima. Walhasil sebagai pengirim, saya yang dipersalahkan oleh penerima. Sampai dibilang membuat e-connote dan nomor resi palsu! Padahal kalo cek melalui website JNE/Tracking, nama dan alamat sudah benar. Ini murni salah JNE! Karena penerima belum pernah dikecewakan oleh JNE, jadi ia merasa heran dan selalu menyudutkan saya. Terus mencoba, saya mention Twitter @JNECare dan @JNE_ID. 5 mention saya tidak ditanggapi, padahal Twitter tersebut masih aktif menjawabi keluhan orang-orang.

Kemudian saya juga mengirimkan email keluhan ke customercare@jne.co.id. Di situ saya menyatakan kekecewaan saya, merasa dirugikan. Saya juga menjelaskan saya sudah mengirim barang tanggal 18 Maret dari dan ke daerah yang sama. Barang telah sampai tanggal 20 Maret. Sementara barang saya hingga Selasa malam, 21 Maret, belum ada kejelasan. Selalu “on process”. Waktu itu yang merespons mewakili pihak JNE adalah Nadia Zahro. Beliau meminta maaf, meminta biodata lengkap pengirim dan penerima untuk dibuatkan surat keluhan. Mereka membuatkan laporan dengan nomor laporan CAS-3770399-L7B2B6. Saya sendiri kurang mengerti fungsi nomor laporan tersebut.

Barang yang saya kirim baru sampai Rabu siang, 22 Maret 2017. Sangat mengecewakan, butuh hampir seminggu untuk mengirim barang dari Depok ke Bogor. Walaupun saya sudah banyak terbantu oleh layanan JNE, namun sayang sekali, bila ada sedikit masalah, langsung sangat mengganggu kita sebagai pengirim. Dan sebagai pengirim pastinya kita juga dapat masalah dari penerima. Semoga JNE bisa terus memperbaiki pelayanan mereka. Selalu memperbaharui status pengiriman. Dan bila memang ada masalah di lapangan, seharusnya bisa diberi tahu ke pengirim/customer, jadi lebih jelas dan tidak menduga-duga. Bahkan petugas JNE-nya saja kadang tidak tahu, dan mesti berbohong agar tidak mengecewakan customer.
»»  Selengkapnya...

Thursday, March 2, 2017

PENGALAMAN INTERVIEW DI PT. HANDAL GUNA SARANA (HGS)

Gw apply di PT. Handal Guna Sarana (HGS) untuk posisi SPV HR Rekrutmen (penempatan Jakarta) melalui pos. Info lowongan ini gw dapat di harian koran Kompas, edisi Sabtu, 18 Februari 2017. Rabu, 22 Februari 2017, sekitar setengah 5 gw dapat telepon dari nomor (021) 53663307, nomornya PT HGS. Panggilan untuk interview pada Kamis, 23 Februari 2017 di kantor pusat HGS yang terletak di Grand ITC Permata Hijau, Blok Saphire No. 19, Jakarta Selatan.

PT Handal Guna Sarana adalah perusahaan yang bergerak dibidang transporatasi logistik. PT HGS adalah satu-satunya distributor untuk Aqua di Jawa Barat. Kalo temen-temen pernah liat ada truk tronton yang bawa Aqua galon banyak, nah itu PT HGS. Pool truknya sendiri ada di Ciawi, Bogor. Berdasarkan info lowongan di koran, saat ini HGS akan melebarkan sayap ke bisnis café dan restaurant. Karena itu PT HGS sedang membutuhkan banyak SDM untuk ditempatkan di cabang-cabang mereka di Bogor, Sukabumi, dan Jakarta. Gw sendiri pun pinginnya ditempatkan di Bogor, biar bebas macet, hehehe.

Dari Depok gw naik motor, berangkat jam 6 ke Permata Hijau. Dengan macetnya Jakarta, gw nyampe setengah 8 lebih. Interviewnya sendiri jam 8. Jadi gw masih ada waktu siap2. Sampe di Grand ITC Permata Hijau, Blok Saphire No. 19 gw dan pelamar lainnya disuruh menunggu. Lantai 1 kantor sepertinya difungsikan sebagai gudang, karena penuh barang2 yang siap didistribusikan. Hanya beberapa menit berselang, para pelamar (yang berjumlah 6 orang), dipersilakan naik ke Lantai 3, ruangan untuk psikotes. Lantai 2 nya sendiri adalah ruangan office.

Setelah mengisi biodata, psikotest pun dimulai. Ada 3 psikotest yang dilakukan di PT Handal Guna Sarana, antara lain: Tes AQ (Adversity Quotient), adalah tes untuk kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan dan tantangan yang dihadapai. Ini tes yang terbilang baru sih menurut gw. Soalnya pilihan ganda, dengan 3 jawaban, waktu pengerjaan 10 menit. Tes PAPI (Perception and Preference Inventory), tes dengan 90 soal yang hanya ada 2 pilihan, yang paling mendekati atau tidak, sesuai kepribadian pelamar. Tes Warteg, tes yang udah sering gw denger, tapi baru kali ini gw dapat... dan kacau banget gw ngerjainnya, hehehe.

Selesai tes, para pelamar dipanggil satu-satu ke ruangan HRD. Urutan panggilan sesuai siapa duluan yang selesai mengumpulkan hasil tes. Tibalah giliran gw tes. Gw grogi. Perut mulai mules. Hal pertama yang dikatakan HRD membuat gw tambah down. Dia bilang, “Tolong turunkan tangan Anda dari meja saya.” Hahaha. Hal yang akan gw inget, kalo interview sama HRD, jangan taro tangan di meja mereka :-D. Seperti biasa yang ditanyakan HRD di setiap interview:
“Beri tahu saya, siapa diri Anda?”
 “Apa kelebihan Anda?”
“Apa kelemahan Anda?”
“Apa yang biasa Anda berikan untuk perusahaan?”
“Kenapa memilih perusahaan ini?”
Below gaji yang diharapkan?”
Dan sebagainya.

Selesai interview, si HRD mengatakan bahwa ini hanyalah proses skimming saja. Mereka akan melihat hasil psikotest gw untuk menentukan apakah gw lolos atau tidak untuk interview kedua. Setelah gw selesai pun masih ada gelombang psikotes berikutnya. Setelah itu gw disuruh nunggu 3 hari kerja untuk panggilan kedua. Hingga hari ini gw lum dapat panggilan itu.

Alasan kenapa gw ga diterima (menurut gw):
Gw ga bisa menjawab maksimal pertanyaan-pertanyaan di atas. Gw ga bisa meyakinkan si HRD dan merasa jawaban gw banyak yang biasa aja. Sekedar jawab. Dan gw baru sadar pas dalam perjalanan pulang.


=END=
»»  Selengkapnya...