"Kebanyakan
dari kita takut untuk bermimpi.
Kita
dibatasi oleh logika, kerumitan, dan ketakutan diri sendiri.
Namun,
Rafi hanyalah seorang anak yang percaya pada mimpi-mimpinya.
Perlahan
tapi pasti, mimpi-mimpinya akan menjadi kenyataan."
-
Mohammad Ridwan
Rafi Abdurrahman
Ridwan mengelar fashion show pertamanya
dengan tema “Echoes of Heritage” di pagelaran Jakarta Fashion Week 2011 saat
usia 9 tahun. Sebelumnya, pada Juli 2011, dia berkolaborasi dengan Barli
Asmara, di Canteen, Plaza Indonesia.
Pada acara tersebut, tujuh desain Rafi ditampilkan di atas catwalk, termasuk semua kain yang digunakan oleh para model.
Setelah acara di Plaza Indonesia selesai, Rafi bertemu dengan Lia Candrasari,
pendiri Yayasan LC, dan menyarankan untuk bertemu dengan desainer tekstil,
Nonita Respati dari Purana Batik, dan aksesoris desainer, Ariani Pradjasaputra,
pendiri label Aarti. Ketiganya memutuskan untuk berkolaborasi dan mendirikan
label “Purana-Aarti-Rafi”, atau yang disebut dengan PAR.
![]() |
sumber: thejakartaglobe.com |
Lahir pada Juli
2002, Rafi kecil terlahir tidak dapat mendengar (tuna rungu) dan juga menderita
infeksi saluran pernapasan. Setengah hidupnya dia jalani dengan keluar-masuk
rumah sakit. Ibu Rafi, Shinta Ayu Handayani, didiagnosa terkena virus rubella pada trimester pertama
kehamilannya. Dokter mengatakan bahwa anaknya bisa lahir dengan masalah
kesehatan dan cacat. Shinta dan suaminya, Mohammad Ridwan, memutuskan untuk
melanjutkan kehamilannya. Orangtua Rafi percaya bahwa mereka tidak memiliki hak
untuk memilih hidup atau matinya seorang anak. Dan mereka percaya, bahwa
anak adalah sebuah berkat yang diberikan
oleh Tuhan.
Rafi: "Ibu, suara itu seperti apa?"
Shinta: “Suara itu terdiri dari banyak warna, seperti kuning, merah muda, biru, dan lainnya.”
Sejak usia 2
tahun, Rafi dimasukkan ke sekolah khusus Tuna Rungu oleh kedua orangtuanya.
Pada usia 5 tahun, Rafi menyaksikan fashion
show pertamanya, yang digelar oleh Auguste Soesastro. Acara tersebut
menginspirasinya untuk menjadi seorang perancang busana. Rafi pun mulai
terobsesi dengan fashion. Dia mulai
membaca majalah fashion dan menonton
TV mode. Dia juga mengajak orangtuanya ke Jakarta Food and Fashion Festival.
Sejak saat itu juga, Rafi mulai menggambar dengan tekun. Serta mewarnai
gambar-gambarnya dengan warnah cerah.
Mimpi Rafi untuk
untuk menggelar fashion show
pertamanya saat ulang tahun ke-9, mulai mendapat titik terang saat dia bertemu
Barli Asmara. Rafi menunjukkan beberapa sketsanya kepada Barli. Barli mengakui
bahwa Rafi memiliki potensi seni yang besar dan mengundang Rafi ke studionya.
Rafi terpesona pada karya-karya Barli. Dia baru menyadari bahwa semua pakaian
pertama kali diciptakan dari sketsa. Barli pun membantu Rafi untuk
mempersiapakan fashion show
perdananya.
Saat ini Rafi
Abdurrahman Ridwan masih melanjutkan studinya di sekolah Tuna Rungu. Dia
memiliki 3 impian besar, yaitu menggelar fashion
show di kota mode, seperti Milan, Paris, dan Tokyo, bertemu idolanya, Tyra
Banks, dan bisa mendengar.
aamiin.
ReplyDeleteSemoga apa yg kamu cita2kan kelak. semuanya akan menjadi kenyataan.
ReplyDeleteDi balik kekurangan, berjuta kelebihan
ReplyDelete