Wednesday, June 15, 2016

ANTARA JOBSTREET DAN JOBSDB

Saat gw nulis di blog ini, gw sedang dalam posisi mencari kerja. Jadi, gw akan share pengalaman gw sebagai pencari kerja dengan menggunakan 2 website terbesar pencarian kerja yang sering di gunakan di Indonesia, yaitu Jobstreet dan JobsDB. Sebenernya gw udah lama sih langganan info lowongan kerja dengan 2 jasa ini. Tapi, baru sekitar 1 bulan yang lalu gw memaksimalkan layanan ini.

Entah kenapa hingga hari ini gw menggunakan JS dan JDB, semua respons apply lowongan gw hanya dari JS. Baik itu respons langsung (via email atau telepon Perusahaan), atau tidak langsung (automatic reply). Gw ga tahu yah, apa ada yang salah, ada data yang ga gw isi, atau ada syarat2 tertentu supaya surat lamaran kita mendapat respons dari Perusahaan??? Kalo ada yang punya pengalaman positif atau info menarik supaya lamaran kita mendapat respons banyak dari JDB, tolong bantu saya yah di kolom komen :D

Oke lanjut, walaupun kedua layanan ini mempunyai cara kerja yang mirip-mirip, tapi semua lowongannya 80% berbeda loh. Cuman ada beberapa poin yang ingin gw sampaikan tentang perbedaan antara JS dan JDB dalam merespons lamaran penggunanya:
1. jobstreet.co.id
Untuk melihat status terbaru lowongan kita, dapat dilihat di http://myjobstreet-id.jobstreet.co.id/. Nanti ada 2 tabel, jumlah Lamaran Yang Aktif (xx) dan Semua Lamaran (xx). Keterangan status lamaran kita yaitu, DITERIMA, DILIHAT (ada jumlah berapa kali dilihat oleh perusahaan), dan TIDAK SESUAI. Sayangnya di JS, bila lamaran kita ditolak, kita ga bisa hapus infonya. Hanya bisa di-TARIK Surat Lamarannya. Jadi lumayan menuh-menuhin sih, hehehe. Normalnya, iklan lowongan minimal 30 hari. Bila sudah lewat 30 hari, kita akan dapat email dari JS bahwa iklan tersebut sudah tidak tersedia. Kekurangan JS kita hanya dapat upload 1 CV saja. Ini agak merepotkan bila kita mendaftar dengan beberapa CV yang berbeda. Jadi harus di upload ulang untuk CV yang berbeda.
2. id.jobsdb.com
Untuk melihat status terbaru lowongan kita, dapat dilihat di link My jobsDB. Infonya hanya DITERIMA, DILIHAT, DITOLAK (tidak sesuai), dan LOWONGAN SUDAH TIDAK TERSEDIA. Tidak ada jumlah berapa kali CV kita di-LIHAT. Sama seperti JS, iklan lowongan minimal 30 hari. Kelebihannya JDB, kita bisa hapus status lowongan kita. Dan bisa upload 5 CV beserta Surat Lamaran atau Cover Letter. Dan bisa fleksibel sewaktu-waktu kita mau ganti data informasi pribadi dan gaji saat melamar.


Demikian kelebihan dan kekurangan JS dan JDB. Tapi gw pribadi sangat mengandalkan JS, karena selama ini gw dapat panggilan interview hanya dari JS :D. Mungkin karena JS udah pemain lama yah, koneksi banyak, dan sistem untuk pencari kerjanya lebih rapi, jelas, dan tepat sasaran. Ya, gw juga masih berharap dapat panggilan dari lowonga di JDB, jadi kesempatan kita pencari kerja lebih banyak lagi, hehehe. Kalo ada situs pencari kerja yang menurut pembaca atau temen2 rekomen, mungkin bisa kasih gw saran yah di komentar bawah ini. Sekian dan terima kasih.
»»  Selengkapnya...

Friday, May 20, 2016

FUN WALK FOR WONDERFUL TOBA 2016

Kali ini gw akan cerita pengalaman pertama gw ikut Car Free Day (CFD) Jakarta. Gw malah langsung ikut event yang bertema FUN WALK FOR WONDERFUL TOBA 2016, bagi gw event ini aneh, ngaco, ga jelas, dan agak kacau. Gw tinggal di Depok. Naik CL dari St. Pondok Cina dan turun di St. Gondangdia. Bayarnya Cuma 3 ribu rupiah. Keluar dari St. Gondangdia jalan ke arah kanan, melewati kantor iNews dan MNC Tower. Belok kiri dan nyeberang jalan ke arah DPRD DKI Jakarta yang bersebelahan dengan kantor Sekretariat Wakil Presiden. Masuk ke dalam DPRD DKI, melewati parkiran di dalam gedung, nanti langsung keluar di Balai Kota Jakarta atau kantornya Gubernur DKI. Jalan ke kiri sedikit, kita sudah di depan Monas. Nyeberang dari depan Lemhanas untuk menuju Monas. Nah ini keanehan event pertama, di awal informasi, kumpul untuk melakukan pendaftaran di Balai Kota. Ternyata di last minute acara, diberitahukan bahwa tempat pendaftaran pidah ke dalam monas, area di sebelah Lenggang Jakarta.

Keanehan kedua, tempat pendaftaran penuh dan sedikit chaos. Banyak tenda panitia, tapi separonya kosong. Banyak orang-orang yang mencari panitia mereka. Informasi sedikit, dan sesama panitia tidak saling mengenal satu sama lain. Saat konfirmasi pendaftaran, peserta akan mendapat voucher yang tercantum 2 nomor undian, goody bag, dan koas. Keanehan ketiga, panitia mengatakan bahwa kaosnya sudah habis. Padahal banyak peserta yang datang sudah mengenakan kaos terlebih dahulu dan tanpa antre panjang untuk konfirmasi peserta. Padahal setahu gw, kalo temanya Fun Walk, nantinya para peserta mengenakan kaos yang sama berjalan di CFD, dan keramaian serta kesamaan seragam menjadi media promo untuk acara mereka, yang akan dilihat oleh khalyak umum. Lah ini, baju pesertanya malah beda-beda. Ada juga beberapa panitia yang tidak di posnya, lebih memilih mencar dan tidak memakai identitas panitia, sehingga para peserta malah sibuk mencari mereka. Itu keanehan keempat. Panitia berdalih bahwa di minggu akhir sebelum event, banyak swasta dan instansi pemerintah yang ikut mendaftar, sehingga jatah peserta biasa banyak yang dipangkas loh.

Kalo dari jadwal acara sih ga ada yang molor. Di mulai dari senam bersama di depan Monas, lalu pembukaan oleh Menteri Rizal Ramli yang berjanji pemerintah akan membuat jalan langsung dari Medan ke Danau Toba dengan jarak tempuh 3 jam dalam masa pembangunan kurang dari 10 tahun. Start Fun Walk dimulai dari Patung Kuda, jalan terus hingga Bundaran HI, putar di sana dan jalan lagi untuk kembali ke tempat pertama. Kurang dari sejam untuk menyelesaikan putaran Fun Walk tersebut. Acara juga sudah dimulai di panggung utama dengan tarian khas Batak. Para peserta kembali ke booth panitia untuk menukarkan voucher goody bag. Di sini ada keanehan kelima, bahwa dalam promonya isi goody bag adalah 2 roti, 1 botol Pocari Sweat, dan sticker. Tapi pas peserta dapat doody bag-nya, eng-ing-eng... isinya berubah jadi 1 roti, 1 botol air ion, 1 kue kelapa, dan sticker. Dari keanehan ini banyak peserta yang protes juga loh, banyak yang negative thinking... jangan2 di korupsi lagi tuh barang :D

Nah, ini keanehan keenam dan terakhir untuk urasan door prize. Lazimnya dalam setiap acara yang ada door prize-nya, peserta akan mendapat dua nomor voucher yang satunya diambil saat konfirmasi kehadiran, dan satunya lagi dibawa peserta untuk mencocokan nomor undian. Hal ini dilakukan agar tidak ada nomor fiktif atau nomor yang tidak ada pesertanya. Yah menghindari kecurangan lah. Pada event aneh ini malah nomor voucher tidak dikumpulkan dan setelah Fun Walk acara terus berlangsung dengan pembacaan nomor undian. Isu-isu juga sudah tersebar dikalangan panitia dan peserta, bahwa nomor undian sudah di atur... yang keluar nomornya dimulai dari angka 2 atau 3. Yah begitulah, ga tahu deh siapa yang menyebarkan isu2 tersebut dan untuk kepentingan apa. Padahal grand prize-nya 2 motor loh, hehe. Dengan keanehan terakhir itu gw memtuskan langsung pulang, dan kebayakan peserta juga langsung pulang, ga nunggu acara sampai selesai. Dari tulisan ini gw harap para panitia, khususnya orang2 yang ingin bikin event2 seperti ini, sebaiknya lebih profesional dan jelas yah. Karena keberhasilan sebuah acara bukan dilihat dari jumlah pesertanya, tapi dari respons dan kepuasan peserta yang hadir. Malah sampai ada salah satu peserta yang komen, “Maunya Fun Walk, eh malah jadi gan fun deh.”

»»  Selengkapnya...

Thursday, March 10, 2016

Akame ga Kill! (Review)

Ini salah satu anime yang baru gw kelar nontonnya. Agak telat sih, soalnya anime ini udah booming di tahun 2014-2015. Dah gw belum bisa move on hingga hari ini :D

Awalnya gw tahu anime ini dari YouTube dengan judul "Top 5 Best Anime Duels to the Death (2010-2014)" yang diupload Best Anime Tops Of All Time. Dan anime "Akame ga Kill!" masuk peringkat ke-4. Langsung aja gw menuju website langganan gw untuk nonton anime... ternyata anime tersebut ada dan sudah tamat. Hanya 24 episode. Seri berikutnya adalah masa lalu tokoh utamanya, Akame yang berjudul "Akame ga Kill! Zero".

Cerita dimulai dari seorang bocah desa bernama Tatsumi, pergi ke pusat kota untuk menjadi prajurit kerajaan demi mendapatkan uang, guna membiayai desanya yang mengalami kemiskinan. Setelah ditipu lalu ditolong oleh keluarga kaya, malamnya dia bertemu Night Raid, kelompok pembunuh bayaran yang bekerja untuk tentara revolusi. Mereka membunuh keluarga tersebut dan Tatsumi dibiarkan hidup karena dia bukan target. Tatsumi pun tahu kenyataan, bahwa 2 sahabat perjalanannya disiksa dan dibunuh oleh keluarga tersebut. Dan kenyataan bahwa ibukota tidak seindah bayangannya, raja yang dikedalikan oleh menterinya, membuat pemerintahannya korup, serta banyak orang menderita kemiskinan. Akhirnya Tatsumi bergabung dengan Night Raid.

Perjalanan Night Raid untuk melakukan revolusi tidaklah mudah, karena Kerajaan juga menyiapkan kelompok terkuat mereka yang dinamakan The Jaegers. Pertempuran Night Raid dan The Jaegers pun terjadi. Pertarungan demi pertarungan dan saling bunuh selalu berlangsung di setiap episodenya... penonton tidak akan tahu tokoh mana yang akan mati dari kedua pihak, ini salah satu poin yang menarik menurut gw!



Review
Sebanyak anime yang udah gw selesaikan, "Akame ga Kill!" salah satu yang paling BAGUS menurut gw. Dari segi cerita, visual efek (kolaborasi dengan Square Enix), pertarungan yang banyak, soundtrack, dan penokohan. Penokohan yang gw masuk di sini adalah setiap tokoh dari pihak Night Raid dan The Jaegers diceritakan masa lalunya dan memiliki alasan kenapa mereka membunuh. Yang bikin gw terharu adalah mayoritas anggota The Jaegers adalah orang baik dan punya alasan untuk membela kebenaran :(

Menurut gw anime ini untuk 17+ yah, karena banyak "bacok", "penggal", dan darah di mana-mana. Ga cuman tentang bunuh-bunuhan, anime ini juga menghadirkan persahabatan dan percintaan yang unik ^^ Penulis memilih alur cerita yang berbeda dari manga/anime kebanyakan, yang biasanya jagoan pembela kebenaran melawan kejahatan, tapi anime ini berbeda. Anime-nya juga sedih banget dan memiliki ending yang hebat.

Kurangnya adalah, walaupun judulnya Akame, tapi tokoh yang sangat diekspose adalah Tatsumi. Banyak yang bertanya2, sebenernya judulnya Akame atau Tatsumi yah??? Juga, sangat disayangkan manga-nya belum terbit di Indonesia. Yang gw baca di-online, jalan ceritanya sedikit berbeda dari anime-nya. Dan gw juga ga sabar untuk lihat "Akame ga Kill! Zero". Penasaran, masa lalu Akame yang awalnya adalah Pasukan Khusus Kerajaan, kenapa malah membelot ke Night Raid! Wah, pokoknya seru deh.



Kalo ada yang punya review lain atau usulan anime yang seru kaya "Akame ga Kill!" bolehlah tinggalin jejak di kolom komentar :)

Terima kasih.
»»  Selengkapnya...

Monday, January 18, 2016

SUSAHNYA MENCARI LAYOUTER

Dear Blog... ini postingan pertama gw di 2016. Udah lama banget ga nulis di mari. Buat pengunjung blog ini, selamat membaca :)

Ceritanya begini... gw kerja di sebuah perusahaan penerbit buku di Jakarta. Di situ gw sebagai Editor Buku (yang ngedit2 tulisan biar layak terbit). Nah, bulan lalu temen gw resign, dia sebagai layouter. Otomatis kita buka lowongan untuk mencari layouter pengganti. Hingga tulisan ini di-publish, kantor gw juga belum dapat layouter baru! Gile yah, ternyata di Jakarta ga cuman susah nyari kerja... nyari yang mau kerja juga susah loh :D

Lowongan sudah disebar via Facebook, Twitter, dan Kaskus. Persyaratannya juga ga susah-susah amat kog. Dari beberapa pelamar yang masuk, kami memilih 2 orang. Orang ke-1 kami berikan tes, tapi tidak dikerjakan. Orang ke-2 kami berikan tes, tapi minta nambah waktu seminggu lagi T_T. Memang saat ini kami selektif dengan fresh graduate, karena perusahaan untuk 2016 mempunyai target tinggi, sehingga kami ditugaskan pimpinan untuk "berlari cepat", jadinya ga sempet bila harus ngajari orang baru lagi ^^ *piss V.

Beberapa sudah dites, beberapa sudah dipanggil ke kantor. Tapi ga ada yang lolos loh. Dari tim penilai tes hanya memberi nilai 1 dan 2 dari 5 untuk para pelamar yang sudah dites. Alasannya, karena hasil tes layout mereka tidak ada yang menggunakan paragraph style. Tim penilai berpendapat bahwa, bila mereka tidak menggunakan paragraph style dalam melayout naskah buku yang memiliki banyak paragraf akan kesulitan sendiri dan makan waktu banyak bila dilakukan manual. Saat seseorang mempelajari InDesign, seharusnya hal pertama yang dipelajari adalah paragraph & character style. Banyak pelamar yang backgroundnya nonbuku, seperti majalah dan koran, yang memang tidak banyak bermain text, melainkan berfokus diinterior. Karena itu, hal sepele seperti paragraph style jadi terlewatkan oleh mereka.

Memang dari segi pengembangan karier dan kreativitas, menjadi layouter nonbuku lebih dinamis. Tapi kerja menjadi layouter di buku juga seru kok dan lebih santai, ga banyak deadline, hehehe. Buat temen-temen yang masih mencari kerja, ingat-ingat apa yang sudah kita pelajari selama ini dan jangan sampai hal kecil menjadi terlewatkan. Seperti paragraph style ini, sejago2-nya para layouter dengan pengalaman kerja yang banyak, akan gugur seleksi juga bila tidak memperhatikan hal-hal kecil yang cenderung sepele, dalam menyelesaikan tugas yang bahkan hal kecil tersebut menjadi poin penting dalam penilaian sebuah tes seleksi kerja. 


END

»»  Selengkapnya...

Thursday, August 20, 2015

JASA AUDIT MURAH

JASA AUDIT
1. AUDIT INTERNAL UNTUK PEMBUKUAN
2. AUDIT UNTUK PROSEDUR ADMINISTRASI

PENYUSUNAN DAN PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN
1. LAPORAN NERACA
2. LAPORAN RUGI LABA
3. LAPORAN ARUS KAS
DAN LAINNYA

PELAYANAN PAJAK
1. LAPORAN PAJAK BULANAN
2. LAPORAN PAJAK TAHUNAN
3. PERENCANAAN PAJAK
4. PENGISIAN SPT

Kontak:
Drs. Misbet Bukit
PIN BB: 51B3272D
Hp: 081281839120 (TLP/SMS/WA)
Email: misbitsa@gmail.com
Alamat: Pondok Mekarsari Permai, Jalan Apel Blok U-1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat

Karier:
- Accounting Manager di PT Tranka Kabel Indonesia (1973-2000), Pensiun

 Portofolio:
- PT. TMK Jakarta (2009-2014)
- PT. AP Jakarta (2012)

»»  Selengkapnya...

Monday, May 11, 2015

MALAYSIA DAY-2

Setelah kemarin dari siang mpe malan gw kerja, ketemu beberapa rekan penerbit Malaysia di PWTC, untuk bisnis jual beli hak cipta penerbitan buku (dari bahasa Malaysia ke Bahasa Indonesia), hari ini kami akan jalan-jalan mengelilingi KL. Tapi, biar ga ribet, kita gunakan jasa tour guide yang disediakan dari hotel ini. Paketnya tujuannya bermacam2 loh, dengan durasi perjalanan dan harga yang varitif. Kita pilih paket yang 4 jam. Untuk harga, gw ga dapat infonya, tapi kata bos gw murah, 4 orang ga sampai Rp 1 juta. Kita dijemput di depan hotel, naik mobil Proton Exora. Di dalamnya juga udah ada 2 wisatawan dari Malang, Indonesia :). Malaysia terdiri dari 3 ras: Melayu, China, dan India. Dan ketiga ras ini sangant diakui dan dihargai (kaya tinggal dalam 3 dunia). Wilayah tempat makan, ada 3 jenis. Stasiun TV, ada 3 jenis juga. Dan 3 bahasa ini yang umum dipake dalam papan penunjuk. Tour guide-nya orang China. Sepanjang perjalanan, dia berbahasa Inggris yang fasih. Ini beberapa wilayah yang kami kunjungi:
- Istana Negara
- Bukit Cave
- Pabrik Timah
- Menara Kuala Lumpur
- Beryl’s Chocolate Kingdom
- Green Tea
- Lampu merah untuk foto di dekat Petronas Tower
- Masjid
- Lapangan Merdeka

Dan setelah pusing-pusing—jalan2, kami minta diturunkan di Bukit Bintang. Kami makan sore di Restoran Ikhwan (Makanan Islam-Muslim Food). Setelah jalan2 di sekitar tempat ini, sempet masuk juga ke pasarnya dan nyasar di Sungai Wang Plaza, kami pulang naik Teksi Bermeter—argo. Uniknya, tiap taxi di sini di kasih nama sopirnya di pintu mobil. Walaupun berargo, ujung2nya tetap aja tawar menawar. Kembali ke hotel, kami naik taxi dengan tarif RM 15. Money changer di sini tidak menerima rupiah ke ringgit.


Malamnya, setelah beristirahat, kami bergerak lagi. Menuju Petaling Street untuk beli oleh-oleh (buah tangan). Untuk memudahkan perjalanan, kami naik RapidKL—Commuter Line-nya Malaysia, bedanya rel mereka di atas. Untuk single trip, kita akan dilayani oleh mesin berbentuk box besar—mesin penjual minuman dengan layar sentuh. Caranya mudah, cukup sentuh stasiun tujuan kita, banyaknya tiket, dan nanti jumlahnya akan tercantum di layar. Uangnya dimasukan otomatis ke mesin, menerima uang lebar dan sen logam, nominalnya akan berkurang sesuai uang yang dimasukan. Selain mengeluarkan tiket yang berbentuk kepingan, mesin ini juga bisa mengeluarkan kembalian loh :D. Masuknya touch and go, sama seperti CL. Sampai di Toko Hiro Comic World Sdn. Bhd., Jalan Petaling, kami langsung beli oleh2. Gw juga kalap beli di sini: baju, tas, gantungan, pajangan, dompet, dan cokelat. Di sini harga kaos 3 = RM 20. Kami juga dapat gratis goody bag masing2 1 dari penjualnya ^^. Sepanjang jalan ini tersedia banyak chinese food. Parkir mobil outdoor-nya, per jam RM 5 loh. Kami hanya belanja di sini, karena buru-buru mengejar RKL terakhir, pukul 23:00. Hotel kami deket St. PWTC. Di deket hotel juga ada Restoran Hyderabad. Kami makan malam di situ, makan nasi biryani porsi besar (untuk 4 orang-ada daging ayam dan kambingnya = RM 49.90). Teh di Malaysia dikenal dengan: Teh O (untuk teh biasa), Teh Tarik (teh + susu), dan Lemon Tea. 
»»  Selengkapnya...

MALAYSIA DAY-1

Oke Bloggers… kali ini gw akan menceritakan perjalan kerja gw (sekalian jalan-jalan) ke Kuala Lumpur, Malaysia. Perjalanan dimulai lewat tol Lebak Bulus Jakarta – tol Kebon Jeruk – Bandara SOETA yang ditempuh hanya dalam waktu 30 menit! Tol Kebon Jeruk terbilang tol yang cukup baru. Karena itu, masih sepi dari kendaraan, dan jalannya pun masih mulus. Gw naik pesawat Lion Air JT-282 yang berangkat pukul 09:05 dari Terminal 2D. Ingat bro… untuk keberangkatan internasional, diharapkan datang 2 jam sebelum take off, karena 2 kali check in (tiket dan imigrasi). Pukul 7 gw udah sampe bandara. Tapi karena loket Lion cuma 1, jadi ngantri panjang dan cukup makan waktu. Sekedar info, dan gw yakin udah pada tahu :p kalo tiket tinggal print aja, atau foto di hp, dan tinggal sebutkan kode booking pas di loket. Sekarang juga udah ga bayar air tax di tempat. Loket imigrasi juga cuma 1 untuk ASEAN, jadi ngantri lagi. Oh iya, gw berangkat ber-4 orang (3 bos, 1 anak buah—gw :D). Karena bos ga mau repot pas nyampe, barang2 dibawa ke pesawat semua (maksimal 7 kg per orang). Sampai di pintu D, kita sarapan dulu, malan donat di Krispy Kreme Doughnuts. Masuk di Boarding Room, tas gw dibuka, dan beberapa barang gw dikeluarin dan dilarang untuk dibawa masuk ke pesawat. Gw baru tahu peraturan ini—DILARANG MEMBAWA CAIRAN DI ATAS 150 ML KE DALAM PESAWAT! T__T Walhasil, gw harus merelakan sabun mandi cair, shampo, dan minyak rambut gw yang masih banyak untuk mereka (ikhlaskan!). Peraturan inj berlaku untuk semua penerbangan. Kalo kalian di Boarding Room lihat orang2 yang lagi ngabisin air mineral mereka, itu akibat dari peraturan di atas. Gw dapat di bangku 2D, paling depan-ujung jalan. Lumayan bisa lihatin aktivitas 2 pramugari dan ruang pilot. Penerbangan hanya telat 10 menit akibat lalu lintas udara yang padat. Sampai di Kuala Lumpur International Airport 2 pukul 12:05 waktu Malaysia. Jadi, karena perbedaan waktunya hanya 1 jam, perjalanan dari Indonesia ke Malaysia yang sebenarnya ditempuh hanya dalam waktu 1 jam, terlihat seperti 2 jam perjalanan.

Touch down di KLIA 2 dengan selamat, saat sampai di terminal kedatangan, gw langsung teringat Bandara Kuala Namu Medan, Sumatera Utara. Mirip banget bro, dari tempat masuk pesawatnya, dalamnya, ampe jalan layangnya keluar bandara. Pasti Malaysia niru Medan, hehehe :D.
Ini sedikit kamus bahasa Malaysia yang bisa dipake di KLIA:
- Perlepasan Dalam Negeri (Domestic Departures)
- Perlepasan Antar Bangsa (International Departures)
- Kaunter (Counter-Check in/out)
(Catatan: saat gw nuker rupiah ke ringgit (beli), harganya Rp 3.650 = RM 1.
Keluar dari terminal, ada stand operator HP Malaysia yang mereknya HotLink. Mereka menawarkan nomor HP Malaysia paket turis: Internet unlimited 1 Minggu = RM 13 dan Internet unlimited plus pulsa untuk telepon dan sms 1 minggu = RM 33. Untuk kita orang modern yang ga bisa lepas dari online HP, paket ini sangat dibutuhkan. Operator yang dipilih adalah Maxis 3G. Mengingat mode roaming yang mahal untuk operator Indonesia. KLIA terdiri dari 4 lantai. Lantai 4 untuk bandara+tempat makan, lantai 3&2 isinya kaya mal, dan lantai 1 untuk parkir, mobil, dan kereta. Sampai di luar bandara, kita dijemput oleh klien kami dan ditraktir makan siang di Sri Bangi Horizon Garden Restaurant, Bandar Baru Bangi, Selangor (macam family restaurant gitu). Dan diantar sampai Hotel Wira di Jalan Tamboosamy Chow Kit, Kuala Lumpur. Sepanjang perjalan gw melewati jalan tolnya Malaysia, high way, smart tunnel, dan jalan besarnya (bisa dilalui motor juga). Kesimpulan gw terhadap jalan Malaysia adalah, orang2nya tertib, bersih, jalanan mulu, sepi kendaraan, dan ga macet :). Untuk ukuran hari Sabtu/Libur/atau Cuti dalam bahasa Malaysia.

Kenapa gw datang ke KL? Gw kerja di Penerbitan Buku, Namanya Penerbit CHANGE. Dan gw sebagai Chief Editornya. Ini event tahunan Malaysia, namanya Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur 2015 (KLiBF) yang diselenggarakan 24 April-3 Mei 2015. Bertempat di Pusat Dagang Dunia Putra (PWTC) Kuala Lumpur. Kalo di Indonesia ada 3 event besar perbukuan: Islamic Book Fair, Jakarta Book Fair, dan Indonesia Book Fair. Ketiganya diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta. Kami memilih Wira Hotel karena jaraknya dekat dengan PWTC, cukup jalan kaki 10 menit. Masuk percuma (gratis) dari pukul 10 pagi hingga 7 malam (hari Isnin-Kamis), dan hingga 9 malam (hari Jumaat, Sabtu, Ahad, dan Cuti Umum). Pemerintahan Malaysia, khususnya Kementerian Pendidikan Malaysia, sangat mendukung industri buku mereka. Terbukti event ini sangat di dukung, dengan menyediakan bus gratis, bus antar-jemput pelajar, dan pemberian baucher (voucher) untuk para pelajar 1 orang 1 dengan nominal RM 25. Voucher ini bisa ditukarkan di stand2 penerbit yang menjual buku. Voucher itu kemudian ditukarkan di bank, untuk diuangkan oleh penerbit. Pemerintah juga membebaskan GST (Goods Service Tax—dalam bahasa Malaysia) atau pajak untuk industri buku. 

Ini tarif kamar Wira Hotel

Menurut gw, Wira Hotel merupakan tempat penginapan yang nyaman. Dapat makan pagi (breakfast), welcome drink di meja kamar, AC sentral—bisa diatur, ada TV, Kamar mandi shower dan ada air panasnya, sabun cair :’), ada handuk, lemari, hanger yang ga bisa dibawa pulang, sandal, tempat tidur empuk plus selimut tebel dan bantal. Namun, menurut pengamatan gw, untuk traveler yang ingin cari penginapan low fare di KL, coba datang ke Bukit Bintang. penginapan di sana rata2 RM 90++ per malamnya (fasilitasnya gw kurang tahu).
»»  Selengkapnya...